“Akuntansi multinasional: transaksi mata uang asing dan instrument keuangan”
BAB
II
PEMBAHASAN
“Akuntansi
multinasional: transaksi mata uang asing dan instrument keuangan”
1.1
Permasalahan
akuntansi
Akuntansi harus
dapat mencatat dan melaporkan transaksi yang melibatkan pertukaran dollar as
dan mata uang asing. Transaksi mata uang asing (foreign currency transaksions)
perusahaan Indonesia meliputi penjualan,pembelian,dan transaksi lain yang
menimbulkan perpindahan mata uang asing atau pencatatan piatang utang yang
didominsikan-yaitu yang nilainya kan dilunasi-dalam suatu mata uang asing. Oleh
karena laporan keuangan dari hampir semua perusahaan Indonesia menggunakan
rupiah sebagai mata uang pelaporan, maka transaksi dalam mata uang lain harus
disajikan kembali dalam (setara) rupiah sebelum dicatat dalam pembukuan dan
dimasukkan dalam laporan keuangan perusahaan. Proses penyajian kembali
transaksi mata uang asing dalam (setara) nilai rupiah sebagai penjabaran atau
translasi (translasion).
2.2
Kurs
mata uang asing
2.2.1
Penentuan kurs
Mata uang suatu negara mirip dengan
komoditas lain,dan kursnya berubah karena sejumlah factor ekonomi yang
memmengaruhi permintaan penawaran terhadap mata uang tersebut. Sebagai
contoh,jika suatu negara sedang mengalami tingkat inflasi yang tinggi,daya beli
mata uangnya kan menurun. Penurunan nilai suatu mata uang di cerminkan oleh
penurunan posisi mata uang negara tersebut relative terhadap mata uang negara
lain. Factor yang menyebabkan fluktuasi kurs adalah neraca pembayaran,perubahan
suku bunga,dan tingkat investasi negara tersebut serta stabilitas dan proses
tata kelola (governance).
2.2.2
Kurs langsung dan tidak
langsung
a. Kurs
langsung
Kurs langsung (direct
exchange units-LCUs-DER) adalah banyaknya unit mata uang local yang diperlukan
untuk memperoleh satu unit mata uang asing. DER= nilai setara rupiah / 1 FCU
b. Kurs
tidak langsung
Kurs tidak langsung
(indirect exchange rate-IER) adalah kebalikan dari kurs langsung. IER= 1 FCU /
nilai setara rupiah
2.3 Perubahan kurs
a. Menguatnya
rupiah-penuruanan kurs langsung
Menguatnya nilai rupiah berarti:
1. Lebih
sedikit mata uang rupiah diperlukan untuk memperoleh satu unit mata uang asing
2. Satu
rupiah memperoleh lebih banyak unit mata uang asing
b. Melemahnya
rupiah-peningkatan kurs langsung
Melemahnya rupiah berarti:
1. Lebih
banyak mata uang Indonesia yang diperlukan untuk memperoleh satu unit mata uang
asing
2. Satu
rupiah memperoleh lebih sedikit unit mata uang asing.
2.4
Kurs
tunai (spot rate) dan kurs sekarang(current rate)
Kurs
tunai adalah kurs yang digunakan dalam penyerahan segera siuatu mata uang. Kurs
sekarang didefinisikan secara sederhana sebagai kurs tunai pada tanggal neraca
suatu entitas.
2.5
Kurs
masa depan (forward exchange rate)
Kurs
masa depan pada suatu tanggal tertentu tidak sama dengan kurs tunai pada
tanggal yang sama. E3kspektasi yang berbeda terhadap nilai kurs dimasa depan
menentukan tingkat kurs tersebut. Selisih antara kurs depan dan kurs tunai pada
suatu tanggal tertentu dinamakan spread. Spread memberikan informasi tentang
kemungkinan pengutan atau pelemahan dari suatu mata uang.
2.6
Transaksi
mata uang asing
Transaksi mata uang asing adalah
aktivitas ekonomi yang dinyatakan dalam mata uang selain mata uang pencatatan
suatu entitas. Transaksi tersebut meliputi:
a. Pembelian
atau penjualan barang/jasa (impor atau ekspor),dimana harganya dinyatakan dalam
mata uang asing
b. Utang
atau piutang pinjaman dalam mata uang asing
c. Pembelian
atau penjualan kontrak kurs masa depan.
d. Pembelian
atau penjulan unit mata uang asing
Salah satu pihak
dalam transaksi mata uang basing harus menukarkan mata uangnya sendiri dengan
mata uang negara lain. Dalam praktik bisnis normal diperlukan penyelesaian
transaksi dalam mata uang domestic bagi perusahaan yang melakukan penjulan atau
memberikan pinjaman,namun persetujuan antara kedua pihak dapat menyebutkan
sebaliknya. Beberapa pihak menggunakan
singkatan yang mengacu pada transaksi mata uang asing dengan menggunakan
huruf FX (singkatan dari foreigh exchange)saja.
2.7
Mengelola
risiko mata uang internasional dengan instrumen keuangan pertukaran mata uang
masa depan (foreign currency forward
exchange)
Entitas multinasioanal mengelola risiko
mata uang asing mereka dengan menggunakan beberapa jenis instrument keuangan
seperti:
a. Kontrak
masa depan dalam mata uang asing
b. Opsi
mata uang asing
c. Mata
uang asing berjangka
Akuntansi untuk derevatif dan aktivitas
lindung nilai (hedging) berpedoman pada dua standar. PSAK 50 , “instrument
keuangan:penyajian dan pengungkapan”, dan PSAK 55. “instrument keuangan:
pengakuna dan pengukuran”, mendefinisikan derivative dan menetapkan aturan umum
dalam pengakuan derivatif baik sebagai asset atau kewajiban dalam neraca dan
mengukur instrument keuangan tersebut pada nilai wajar.
Instrument keuangan (financial
instrument) adalah kontarak yang akan meningkatkan nilai asset dari suatu entitas
dan instrument utang dan ekuitas pada ekuitas lain. Contohnya antara lain bukti
pemilikan,wesel bayar,wesel tagih,serta berbagai jenis kontrak keuangan
lainnya.
Derevatif (
derivative ) adalah suatu instrument keuangan yang:
a. Memeliki
satu atau lebih variabel pokok yang mendasari dan (underlying) dan satu atau
lebih jumlah nasional (national amount)
b. Tidak
memerlukan investasi awal bersih atau kalaupun memerlukan investasi,maka
nilainya lebih kecil bila dibandingkan dengan jumlah yang dibutuhkan oleh jenis
perjanjian lain yang diperkirakan akan menghsilkan efek yang sama terhadap
perubahan dalam factor-faktor pasar.
c. Persyaratan
perjanjian mengharuskan adanya settlenebt (pelunasan) pada tanggal tertentu
dimasa yang akan datang.
Definisi
spesifik dari deratif adalah suatu instrument keuangan atau kontrak yang mempunyai
semua kriteria berikut :
1. Instrument
keuangan yang mengandung satu atau lebih variabel pokok yang mendasari (underlying) dan satu atau lebih jumlah
nasional ( national amount), yang menentukan persyaratan instrument keuangan
tersebut.
a) Variabel
poko yang mendasari ( underying) adalah variabel keuangan yang atau variabel
fisik yang mempunyai perubahan yang dapat di pantau atau yang dapat
diverivikasi secara objektif. Kurs mata uang,harga komoditas,indeks atau
tingkat harga,jumlah hari-hari yang hangat dalam musim dingin,atau variabel
lain yang mencakupperistiwa yang terjadi maupun yang tidak terjadi,seperti
pembayaran yang dijadwalkan dalam jumlah suatu kontrak adalah contoh dari
variabel pokok yang mendasari.
b) Jumlah
nasinal(natonal amount) adalah banyaknya unit mata uang,saham
,ukuran,kapasitas,berat,atau unit lain yang ditetapkan dalam instrument
keuangan.
2. Instrument
keuangan atau kontarak lain tidak memerlukan investasi bersih awal atau jika
pun ada, maka investasi bersih awal tersebut lebih kecil dari pada yang
diperlukan untuk jenis kontrak yang diharapkan mempunyai tanggapan yang serupa
pada perubahan factor pasar.
3. Persyaratan
kontrak:
a) Memerlukan
atau membolehkan suatu penyelesaiaan bersih (net settlement)
b) Menyediakan
penyerahan asset yang menempatkan penerima dalam pososisi ekonomi yang secara
substansial tidak berbeda dengan
penyelesaian bersih
c) Kontrak
yang siap untuk diselsaikan oleh pasar atau mekanisme lain di luar kontrak.
2.8
Derevatif
yang ditunjuk sebagai nilai lindung
PSAK 55
memberikan persyaratan spesifik dalam pengklasifikasian derivative sebagai
suatu aktivitas lindung nilai. Akuntansi lindung nilai menghapuskan keuntungan
( kerugian) atas pos yang dilindungi atas kerugian ( keuntungan) dan instrument
lindung nilai.
Lindung nilai dapat digunakan
untuk:
a. Resiko
kurs mata uang asing dimana kurs mata uang berubah setiap saat
b. Resiko
tingkat bunga khususnya untuk perusahaan yang mempunyai instrument utang yang
bersifat variabel
c. Resiko
komoditas dimana harga masa depan komoditas dapat berbeda dari harga tunai.
Suatu instrument derivative dapat
diklasifikasikan sebagai instrument lindung nilai,jika hanya jika seluruh
criteria berikut ini terpenuhi,yaitu:
a. Dokumentasi
yang cxukup harus disajikan pada awal jangka waktu ni8lai lindung untuk
menentukan tujuan dan sasaran dari lindung nilai,instrument lindung nilai dan
hal-hal yang dilindung,serta bagaimana efektivitas lindung nilai tersebut akan
dievaluasi secara berkesinambungan.
b. Lindung
nilai harus sangat efektif dalam mengomensasi seluruh perubahan dalam nilai
wajar maupun arus kas yang di hubungkan dengan nilai yang dilindungi,dan
seluruh strategi manajemen untuk melakukan lindung niulai tersebut secara
konsisten harus didokumentasikan selama jangka waktu lindung nilai.
c. Untuk
lindung nilai arus kas,transaksi yang diperkirakan sebagai subjek lindung nilai
harus dapat memiliki kemungkinan yang sangat tinggi dan harus menunjukan adanya
eksposur yang tinggi pada arus kas yang akan menyebabkan timbulnya untung dan
rugi akibat risiko tersebut.
d. Efektivitas
lindung nilai harus dapat di hitung dengan meyakinkan,seperti lindung nilai
atas nilai wajar atau arus kas harus dapar dihubungkan dengan risiko lindung
nilai dan instrument lindung nilai tersebut dapat dihitung dengan cepat.
e. Lindung
nilai ditentukan secara berkesinambungan dan nilai pada bagian efektifnya
ditentukan secra actual!sepanjang periode pelaporan keuangan.
Derevatif yang memenuhi persyaratan untuk lindung nilai
dan digunakan oleh manajemen perusahaan untuk memenuhi tujuan tersebut diatur
dalam PSAK 55,sebagai berikut:
a. Lindung
nilai atas nilai wajar ( fair value hedges) digunakan untuk melindungi risiko
perubahan nilai wajar dari kewajiban atau asset atau komitmen ( firm
commitment) yang belum diakui untuk membeli menjual asset pada harga tetap atau
porsi tertentu seperti asset,kewajiban,atau komitmen yang dapat dikaitkan
dengan risiko tertentu dan dapat menyebabkan timbulnya keuntungan atau
kerugian.
b. Lindung
nilai arus kas (cash flow hedhes) digunakan untuk melindungi risiko perubahan
arus kas yang antisipasi,yang masuk atau keluar dari perusahaan,untuk asset dan
kewajiban yang diakui (seperti pembayaran bunga masa depan atas utang bunga
dengan tingkat bunga variabel) atau transaksi yang diperkirakan sangat pasti
terjadi dan dapat mempengaruhi laba rugi.
c. Lindung
nilai dari investasi bersih operasi dari luar negeri. Derevatif yang tunjuk
sebagai lindung nilai untuk jenis resiko mata uang asing ini mempunyai
keuntungan atau kerugian yang dilaporkan untuk jenis resiko mata uang asing ini
mempunyai keuntungan atau kerugian yang dilaporkan dalam pendapatan
komprehensif lainnya sebagai bagian dari penyesuaian translasi kumulatif
2.9
Kontrak
pertukaran masa depan
Untuk laporan
keuangan yang berakhir pada oktober 2005.komite nilai tukar mata uang asing (
foreign exchange committee) dari badan federal reserve new York melaporkan
bahwa volume rata-rata harian pada instrument nilai tukar adalah sebesar $440
miliar,sedangkan volume rata-rata harian transaksi opsi mata uang asing sebesar
$37 miliar.
Perusahaan yang
beroperasi di mancanegara sering kali menggunakan kontrak masa depan (forward
exchange contract) dengan pedagang mata uang asing untuk menukarkan berbagai
mata uang pada kurs dan tanggal tertentu dimasa depan. Kontrak pertukaran masa
depan ini diperoleh dari pedagang mata uang asing. Biasanya, kontrak ini di
tulis untuk salah satu mata uang internasional utama. Kontrak umumnya tersedia
untuk jangka waktu berapa pun hingga 12 bulan kedepan, namunn kebanyakan lebih
singkat,antara 30 sampai 180 hari. Kontrak pertukaran masa depan ini dapat
berupa perolehan mata uang asing atau penyerahan mata uang asing pada tanggal
tertentu dimasa depan atau yang disebut dengan tangggal kedaluarsa (expiration
date). Kurs pertukaran kontrak tersebut berbeda dengan kurs tunai karena
berbagai factor ekonomi yang terlibat dalam penentuan kurs masa depan vs kurs
tunai pertukaran. Untuk transaksi lindung nilai,jika kurs masa depan lebih
tinggi dari pada kurs tunai,maka selisih antara kurs ini disebut premi atas
kontrak pertukaran masa depan (premium on the forward exchange contract);ini
berarti mata uang asing di jual pada harga lebih tinggi( harga premium)
dibandingkan dengan pasar masa depan (forward market). Jika kurs masa depan
lebih rendah dari pada kurs tunai,maka selisihnya disebut dengan diskon atas
kontrak pertukaran masa depan (discount on the forward exchange contract);ini
berarti mata uang asing dijual pada harga yang lebih rendah (harga diskon)
dibandingkan dengan pasar masa depan.
PSAK
55 menetapkan aturan dasar untuk akuntansi atas kontrak pertukaran masa depan.
Perubahan nilai wajar harus diakui,namun akuntansi khusus untuk perubahan
tersebut tergantung pada tujuan dari lindung nilai. Untuk kontrak pertukaran
masa depan,aturan dasarnya adalah menggunakan kurs masa depan untuk mencatat
kontrak masa depan.
a. Kasus
1. Mengelola posisi asset atau kewajiban bersih yang terkena eksposur mata uang
asing: bukan instrument lindung nilai
Penggunaan yang paling umum dari kontrak
pertukaran mata uang asing adalah untuk mengelola posisi mata uang asing,baik
posisi asset bersih yang terkena eksposur maupun kewajiban bersih. Kontrak
pertukaran mata uang asing akan menyeimbangkan antara kewajiban dalam suatu
mata uang asing dengan piutang dalam mata uang asing yang sama,sehingga akan
menghapuskan risiko fluktuasi mata uang asing.
PSAK 55 menjelaskan aturan umum bahwa
kurs yang relevan untuk menilai kontrak pertukaran mata uang asing adalah
kontrak masa depan pada tiap tanggal penilaian. PSAK 10 menjelaskan bahwa
piutang usaha atau utang usaha yang dideniminasi dalam mata uang asing dinilai
menggunakan kurs tunai pada tanggal penilaian. Kontrak pertukaran harus
disesuaikan atas perubahan nilai wajarnya. Karena dua kurs yang digunakan berbeda-kurs
tunai dan kurs masa depan-umumnya akan timbul perbedaan antara jumlah
keuntungan atau kerugian. Perbedaan ini tidak terlalu besar namun akan
menimbulkan sedikit sedikit volatilitas dalam arus laba.
Nilai
waktu ( time value ) dari arus kas masa depan dari kontrak pertukaran
PSAK 55
mengharuskan pengakuan factor bunga jika bunga yang dikenakan signifikan. Oleh
karenanya,jika bunga signifikan,maka perusahaan harus menggunakan nilai
sekarang,maka perusahaan secara eksplisit mengakui nilai waktu dari uang.
Ilustrasi
mengelola posisi kewajiban bersih yang terkena eksposur
Contoh berikut
menunjukkan akuntansi untuk pengelolaan posisi mata uang asing dengan kontak
pertukarannya. Asumsikan hal-hal berikut:
a. Pada
tanggal 1 oktober 20xl,PT induk membeli barang secara kredit dari Tokyo
industries dengan nilai 2.000.000 yen
b. Transaksi
tersebut didominasi dalam yen,dan PT induk menghapuskan risiko dalam kewajiban
mata uang asingnya dengan kontrak pertukaran untuk menerima 2.000.000 yen dari
pedagang mata uang asing.
c. Jangka
waktu kontrak pertukaran mata uang asing sama dengan periode kredit 6 bulan
yang diberikan oleh Tokyo industries.
d. Tanggal
akhir tahun PT induk adalah 31 desember,sementara utang akan dilunasi pada
tanggal 1 april 20X2.
Kurs langsung yang relevan adalah
sebagai berikut:
Tanggal
|
Nilai setara rupiah dari 1 yen
|
|
Kurs tunai
|
Kurs masa depan
|
|
1 oktober 20X1
(tanggal transaksi)
|
Rp 80
|
Rp 85(180 hari)
|
31 desember 20X1
(tanggal neraca)
|
90
|
87 (90 hari)
|
1 april 20X1 (
tanggal neraca )
|
86
|
|
Garis waktu untuk transaksi
tersebut adalah sebagai berikut:
1 oktober 20X1 (tanggal transaksi):
a. Timbul
transaksi yang di diminasi dalam yen
b. Menandatangani
kontrak masa depan 180 hari untuk yang menerima yen.
1 april 20X1 ( tanggal neraca ):
a. Memperoleh
yen melalui penyelesaian kontrak masa depan
b. Membayar
yen untuk melunasi utang usaha
Ayat jurnal beriku adalah ayat
jurnal untuk mencatat kejadian-kejadian dalam ilustrasi tersebut.
1 oktober 20X1 (5) persediaan
160.000.00
Utang usaha (¥)
160.000.000
Diperoloeh dari membeli persediaan
secara kredit: Rp 160.000.000= ¥2.000.000 x Rp 80 kurs tunai 1 oktober.
(6) piutang masa uang asing dari
broker (¥)
170.000.000
Utang rupiah ke broker 170.000.000
Diperoleh dari membeli kontrak masa
depan untuk menerima 2.000.000 yen : Rp 170.00.000=¥2.000.000 x Rp 85 kurs masa
depan
Ayat jurnal penyesuaian yang
diperlukan untuk tanggal 31 desember 20X1,akhir tahun fiscal PT induk,adalah:
(7) piutang mata uang asing dari
broker (¥)
4.000.000.
Keuntungan transaksi mata uang asing
4.000.000
Diperoleh dari menyesuaiankan
piutang yang didominasi dalam yen menjadi nilai setara dolar AS
Sekarang menggunakan kurs masa
depan,sesuai dengan PSAK 55:
Rp 174.000.000 = ¥2.000.000 x Rp87
kurs masa depan 90 hari pada tanggal 31 Des
(8) kerugian transaksi mata
uang
20.000.000
Utang usaha 20.000.000
Di peroleh dari menyesuaikan utang
yang didominasi dalam yen menjadi nilai setara dolar AS
Sekarang menggunakan kurs
tunai,sesuai denmgan PSAK 10:
Rp 180.000.000 = ¥2.000.000 x Rp90
kurs tunai pada tanggal 31 Des
b.
Kasus 2: lindung nilai komitmen mata uang asing belum diakui: lindung
nilai atas nilai wajar mata uang asing
Perusahaan dapat
mengalami risiko mata uang asing sebelum terjadinya transaksi pembelian atau
penjualan. Sebagai contoh,sebuah perusahaan dapt menandatangani pembelian yang
tidak dapat dibatalkan untuk membeli barang dari entitas asing dari masa depan yang
akan dibayar dalam mata uang asing. Dengan menyetujui harga beli pada saat ini untuk pembelian masa
depan,perusahaan telah terikat dengan komitmen mata uang asing yang dapat
diidentifikasi walaupun pembelian belum terjadi;yaitu,kontrak pembelian masih
executor (belum diakui). Perusahaan belum mempunyai risiko perubahan kurs
sebelum tanggal transaksi (tanggal penyerahan barang).
Ilustrasi
lindung nilai komitmen mata uang asing belum diakui
Transaksi impor antara PT induk dan
Tokyo industries
a. Pada tanggal 1 agustus 20X1,PT induk membuat
kontrak dengan Tokyo industries untuk membeli barang yang dipesan khusus.
Pembuatan dan pengiriman barang tersebut akan memerlukan waktu 60 hari (tanggal
1 oktober 20X1). Harga kontrak adalah 2.000.000 yen,yang akan dibayar pada
tanggal 1 april 20X2,yaitu 180 hari setelah pengiriman barang.
b. Pada
tanggal 1 agustus 20X1,PT Induk melakukan lindung nilai atas komitmen utang
mata uang asing dengan kontrak masa depan untuk menerima 2.000.000 yen dalam
240 hari ( 60 hari sampai pengiriman di tambah 180 hari periode kredit). Kurs
masa depan untuk kontrak masa depan 240 hari adalah Rp81 untuk 1 yen. Tujuan
kontrak masa depan 240 hari ini ada dua. Pertama,untuk 60 hari dari tanggal 1
agustus 20X1 sampai oktober 20X1,kontrak masa
depan adalah untuk linding nilai komitmen mata uang asing dapat di
identifikasi . untuk periode 180 hari dari tanggal 1 oktober 20X1 sampai 1
april 20X2,kontrak masa depan adalah untuk lindung nilai atas posisi kewajiban
bersih yang terkena eksposur dalam mata uang asing.
Kurs
yang relevan untuk contoh ini adalah sebagai berikut:
Tanggal
|
Nilai setara rupiah dari 1
yen
|
|
Kurs tunai
|
Kurs masa depan
|
|
1 agustus 20X1
|
Rp 75
|
Rp 83(240 hari)
|
1 oktober 20X1
|
80
|
85(180 hari)
|
Pada tanggal 1 agustus
20X1,perusahaan menentukan nilai komitmen untuk membayar yen atas utang masa
depan menggunakan kurs masa depan. Akan tetapi,utang tidak dicatat sampai
tanggal 1 agustus karena transaksi pertukaran belum terjadi;hutang hanya
dicatat dalam ayat jurnal memorandum saja. Kontrak masa depan harus dinilai
menggunakan nilai wajar. Pada saat perusahaan melakukan kontrak masa
depan,kontrak tersebut belum mempunyai nilai wajar karena piutang mata uang
asing sebesat Rp 166.000.000 sama dengan utang rupiah berdasarkan kontrak.
Perubahan berikutnya dalam nilai wajar dari kontrak masa depan akan diukur
menggunakan kurs masa depan dan jika bunga signifikan,maka akan didiskontokan
untuk mencerminkan nilai waktu dari uang. Untuk tujuan ilustrasi,kita asumsikan
bahwa bunga tidak signifikan dan efektivitas lindung nilai diukur dengan
menggunakn referensi perubahan kurs masa depan.
1 agustus 20X1
Piutang mata uang asing ke broker
(¥) 166.000.000
Utang rupiah ke broker 166.000.000
Diperoleh dari menandatangani
kontrak masa depan untuk menerima 2.000.000 yen dalam 240 hari:
Rp 166.000.000 = ¥2.000.000 X Rp83 kurs masa depan 240 hari pada tanggal 1
agustus 20X1
Pada tanggal 1 oktober 20X4,kontrak
masa depan dinilai kembali sesuai dengan nilai waarnya berdasarkan PSAK 55.
Utang usaha dalam yen dicatat pada saat penerimaan persediaan.
1 oktober 20X1
Piutang mata
uang asing dari broker (¥) 4.000.000
Keuntungan
transaksi mata uang asing 4.000.000
Diperoleh dari menyesuaikan kontrak
masa depan dengan nilai wajarnya,menggunakan kurs masa depan pada tanggal
tersebut,dan mengakui keuntungan:
Rp170.000.000 = ¥2.000.000 X Rp85
kurs masa depan 180 hari pada tanggal 1 okt
Kerugian
transaksi mata uang asing 4.000.000
Komitmen 4.000.000
Untuk mencatat kerugian dari aspek
istrumen keuangan dari komitmen:
Rp170.000.000 = ¥2.000.000 X Rp85 kurs masa depan 180 hari
pada tanggal 1 okt
Akun komitmen adalah akun temporer
selama angka waktu komitmen yang belum diakui. jika akun tersebut mempunyai
saldo debit,maka akan ditampilkan dalam bagian asset di neraca;jika mempunyai
saldo kredit,sebagaimana dalam contoh ini,maka akan ditampilkan dalam bagian
kewajiban di neraca:
Asset
|
kewajiban
|
||
Kontrak masa dapan pada ilai wajar
|
4.000.000
|
komitmen
|
4.000.000
|
Keuntungan transaksi mata uang
asing sebesar Rp4.000.000 dihapus terhadap kerugian transaksi mata uang sebesar
Rp4000.000,sehingga tidak ada pengaruhnya terhadap laba.
Persediaan
156.000.000
Komitmen 4.000.000
Utang usaha (¥) 160.000.000
Mencatat utang usaha menggunakan
kurs tunai dan mencatat pembelian persediaan:
Rp160.000.000 = ¥2.000.000 X Rp80
kurs tunai tanggal 1 oktober
c. Kasus
3: lindung nilai transaksi mata uang asing diperkirakan: lindung nilai arus kas
mata uang asing
Perbedaan
perlakuan akuntansi untuk lindung nilai transaksi diperkirakan sebagai lindung
nilai arus kas dengan lindung nilai komitmen mata uang asing yang dapat di
identifikasi sebagai lindung nilai atas nilai wajar. Transaksi yang
diperkirakan adalah terjadi sesuai dengan
yang diperkirakan,tetapi lindung nilai atas transaksi yang diperkirakan
diperlakukan sebagai lindung nilai arus kas dengan bagian efektif dari
perubahan nilai wajarnya diakui dalam pendapatan komprehensif. Jenis lindung
nilai ini adalah lindung nilai terhadap perubahan dalam arus kas yang mungkin
terjadi dimasa depan yang akan timbul dari perubahan dalam kurs mata uang
asing. Transaksi yang diperkirankan dapat menjadi komitmen jika pihak pihak
terlibat membuat perjanjian yang mengikat.
d. Kasus
4: spekulasi dipasar mata uang asing
Sebuah entitas
memutuskan untuk berspekulasi dalam mata uang asing sebagaimana dapat dilakukan
pada komoditas lain. Sebagaimana contoh,perusahaan Indonesia menduga rupiah
akan menguat terhadap euro,yaitu kurs langsung akan menurun. Dalam kasus ini
perusahaan Indonesia dapat berspekulasi dengan kontrak masa depan dengan
menjual euro untuk penyerahan dimasa depan,dengan harapan dapat membeli euro
dengan harga lebih rendah pada saat penyerahan.
Substansi
ekonomis dari spekulasi mata uang asing adalah untuk memberikan risiko mata
uang asing kepada investor,dengan mana investor berharap dapat memperoleh laba.
Kurs untuk penilaian terkait dengan kontrak mata uang asing spekulasi adalah
kurs masa depan spekulatif adalah kurs masa depan dengan jangka waktu kontrak. Keuntungan
atau kerugian kontrak masa depan spekulasi dihitung dengan menentukan perbedaan
antara kurs masa depan pada tanggal kontrak (atau tanggal penilaian sebelumnya
) dengan kurs masa depan yang tersedia selama jangka waktu kontrak. Kurs masa
depan digunakan untuk menilai kontrak masa depan.
e. Pembahasan
tambahan
1. Catatan
untuk pengukuran efektifitas lindung nilai
PSAK 55
menyatakan bahwa,pada setiap awal transaksi lindung nilai,perusahaan harus
mendefinisikan metode yang akan digunakan untuk mengukur efektifitas lindung
nilai. Efektifitas berarti akan terdapat penghapusan,dalak kisaran 80% sampai
125%,dari perubahan nilai wajar arus kas dan perubahan nilai wajar risiko yang
dilindung nilai. Efektivitas harus dimulai paling tidak setip tiga bulan dan
pada saat perusahaan melaaporkan keuangan atau laba. Perusahaan dapat
memutuskan untuk memilih dari beberapa pengukuran yang berbeda untuk menilai
efektifitas lindung nilai. Nilai intrinsic dari derivative (the time value o a
derative) terkait dengan nilai yang dialokasikan ke kesempatan untuk memiliki
derevatif terbuka bagi periode tertentu. Nilai waktu akan berkurang selama
jangka waktu derevatif dan menjadi nol pada tanggal jatuh tempo derevatif. Jika
perusahaan menggunakan kurs tunai untuk mengukur efektifitas lindung nilai,maka
setiap perbedaan antara kurs tunai dan kurs masa depan tidak dimasukkan dalam
penilaian efektifitas lindung nilai,melainkan dimasukkan dalam laba.
2. Alokasi
pajak antarperiode atas keuntungn (kerugian) mata uang asing
Perbedaan temporer dalam pengakuan
kuntungan atau kerugian mata uang asing antara akuntansi pajak dan akuntansi
GAAP mengharuskan alokasi pajak antarperiode. Umumnya,metode akrual untuk
pengakuan pengaruh perubahan kurs dalam periode terjadi konversi dari akun yang
didominasi dalam mata uang asing. Perbedaan temporer diakui sesuai PSAK 46,
“akuntansi untuk pajak penghasilan”
3. Lindung
nilai investasi bersih dientitas asing
Dalam pembahasan awal pengakuan
kontrak masa depan sebagai instrument lindung nilai,risiko mata uang asing dari
transaksi yang didominasi dalam mata uag asing dapat dihapuskan. Konsep yang
sam berlaku untuk perusahaan indinesia yang menganggap investasi bersih di
entitas asing sebagai komitmen jangka panjang yang mengakibatkan komitmen
terkena eksposur resiko mata uang asing. Sejumlah alat bantu manajemen neraca
tersedia bagi perusahaan Indonesia untuk melindungi nilai investasi bersih pada
entitas asing. Manajemen dapat menggunakan kontrak pertukaran mata uang
asing,komitmen mata uang asing lainnya,atau beberapa perjanjian pendanaan antar
perusahaan tertentu,termasuk transaksi antar perusahaan. Sebagai
contoh,perusahaan induk Indonesia dapat meminjam 10.000 poundsterling inggris
untuk melindungi nilai terhadap posisi asset bersih yang terkena eksposur
setara dari anak perusahaan inggris. Setiap fluktuasi kurs antara poundsterling
dan rupiah akan dihapus oleh investasi pada anak perusahaan inggris dan juga
utang pinjaman.
PSAK 55
munyatakan bahwa untuk instrument keuangan derevatif yang ditujukan sebagai
lidung nilai atas investasi bersih dalam operasi asing yang terkena eksposur
mata uang asing. Maka setiap bagian dari perubahan nilai wajar yang setara
dengan keuntungan atau kerugian transaksi mata uang asing akan dilaporkan dalam
pendapatan komprehensif lainnya. Bagian dari pendapatan komprehensif lainnya
tersebut yang ditimbulkan dari lindung nilai investasi bersih di operasi asing
akan menjadi penyesuaian translasi kumulatif dalam pendapatan komprehensif
kumulatif lainnya.
BAB
III
KESIMPULAN
DAN SARAN
3.1
Kesimpulan
Transaksi mata uang asing adalah dimana nilai
tukarnya dinyatakan dalam mata uang fungsional dari suatu entitas. Di
Indonesia, akuntansi untuk transaksi dalam mata uang asing diatur dalam Standar
Akuntansi Keuangan tahun 2007 yaitu PSAK No.10 tentang transaksi dalam mata
uang asing dan PSAK No.11 tentang penjabaran laporan keuangan dalam mata uang
asing yang meliputi penentuan kurs.
Kurs adalah rasio pertukaran dua mata uang. Beberapa kurs yang
digunakan:
a. Kurs Spot (spot
rate)Kurs tunai yang berlaku pada tanggal transaksi.
b. Kurs Sekarang (current
rate)Kurs dimana 1 unit mata uang dapat dipertukarkan
dengan mata uang lain pada tanggal neraca atau tanggal transaksi.
c. Forward Rate Kurs
tertentu yang disepakati dan digunakan dalam transaksi kontrak
berjangka.
Ketentuan PSAK No.10
tentang Transaksi Mata Uang Asing
Transaksi dalam mata
uang asing adalah transaksi yang didenominasi atau membutuhkan penyelesaian
dalam suatu mata uang asing, termasuk transaksi yang timbul ketika suatu
perusahaan:
a. Membeli atau menjual
barang atau jasa yang harganya didenominasi dalam suatu mata uang asing
b. Meminjam (utang) atau
meminjamkan (piutang) dana yang didenominasi dalam suatu mata uang asing
c. Menjadi pihak untuk
suatu perjanjian dalam valuta asing yang belum terlaksana
d. Memperoleh atau
melepaskan asset, dan menimbulkan atau melunasi kewajiban yang didenominasi
dalam suatu mata uang asing.
Perlakuan akuntansi
untuk transaksi dalam mata uang asing selain kontrak berjangka adalah:
a.
Pengakuan awal
Transaksi dalam mata uang asing dibukukan dengan menggunakan kurs
pada saat terjadinya transaksi. Kurs tunai yang berlaku pada tanggal transaksi sering
disebut kurs spot (spot rate). Untuk alasan praktis, suatu kurs yang
mendekati kurs tanggal transaksi sering digunakan, contohnya, suatu kurs
rata-rata selama seminggu atau sebulan mungkin digunakan untuk seluruh
transaksi dalam setiap mata uang asing yang terjadi selama periode itu. Namun,
jika kurs berfluktuasi secara signifikan, penggunakan kurs rata-rata untuk satu
periode tidak dapat diandalkan.
b.
Pelaporan pada Tanggal Neraca Berikutnya
Pada setiap tanggal neraca:
1. Pos aktiva dan kewajiban moneter
dalam mata uang asing dilaporkan ke dalam mata uang rupiah dengan menggunakan
kurs tanggal neraca. Apabila terdapat kesulitan dalam menentukan kurs tanggal
neraca, maka dapat digunakan kurs tengah Bank Indonesia sebagai indikator
yang obyektif
2. Pos non-moneter tidak boleh
dilaporkan dengan menggunakan kurs tanggal neraca tetapi tetap harus
dilaporkan dengan menggunakan kurs tanggal transaksi; dan
3. Pos non-moneter yang dinilai dengan
nilai wajar dalam mata uang asing harus dilaporkan dengan menggunakan kurs yang
berlaku pada saat nilai tersebut ditentukan.
Nilai terbawa dari suatu pos
ditentukan sesuai dengan standar akuntansi yang relevan. Misalnya, instrumen
keuangan dan properti tertentu (investasi yang dilakukan Dana Pensiun), mungkin
dinilai pada nilai wajar atau pada biaya historis. Apakah nilai tercatat
ditentukan berdasarkan biaya historis atau nilai wajar, nilai yang ditentukan
untuk pos valuta asing dilaporkan pada mata uang pelaporan sesuai dengan
Pernyataan ini.
c.
Pengakuan Selisih Kurs
Selisih kurs timbul apabila terdapat perubahan kurs antara
tanggal transaksi dan tanggal penyelesaian (settlement date) pos moneter
yang timbul dari transaksi dalam mata uang asing. Bila timbulnya dan
penyelesaian suatu transaksi berada dalam suatu periode akuntansi yang sama,
maka seluruh selisih kurs diakui dalam periode tersebut. Namun jika timbulnya
dan diselesaikannya suatu transaksi berada dalam beberapa periode akuntansi,
maka selisih kurs harus diakui untuk setiap periode akuntansi dengan memperhitungkan
perubahan kurs untuk masing-masing periode.
3.2
Saran
Suatu aktiva dan
kewajiban mata uang asing dikatakan menghadapi resiko mata uang jika suatu
perubahan kurs nilai tukar mata uang menyebabkan mata uang induk perusahaan
juga berubah. Maka dari itu di
perlukannya prinsip kehati-hatian dalam
akuntansi.

Comments
Post a Comment